Rabu, 16 Mei 2012

MBTI

Pengertian MBTI
& Kenali Kepribadian dengan MBTI


Pengertian MBTI

MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator merupakan instrumen tes yang sangat populer di kalangan pemerhati kepribadian individu. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers (dari merekalah kemudian nama MBTI berasal) pada era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe pekerjaan yang paling cocok untuk mereka.
MBTI sendiri pada dasarnya peta psikologis yang bersandar pada empat dimensi utama
yang saling berlawanan (dikotomis), yakni :

1.     Extrovert (E) vs Introvert (I)
Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya tipe Introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menutut interaksi semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif.
2.     Sensing (S) vs Intuiting (N)
Tipe dikotomi ke-dua ini melihat bagaimana seseorang memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya. Sensing adalah concrete thinkers. Sementara tipe Intuiting memproses data dengan melihat pola dan impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Intutiting adalah abstract thinkers.
3.     Thinking (T) vs Feeling (F)
Tipe dikotomi yang ke-tiga ini melihat bagiamana orang berproses mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Sementara Feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan.
4.     Judging (J) vs Perceiving (P)
Tipe dikotomi yang ke-empat ini ingin melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging disini bukan berarti judgemental (atau menghakimi). Judging disini diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat). Sementara tipe Perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk melihat beragam peluang yang muncul.

Dalam tes MBTI, kita akan diberi sejumlah pertanyaan yang pada intinya akan mengarahkan kita pada sisi mana kita berada untuk keempat dimensi itu.
Untuk dimensi Extrovert (E) vs. Introvert (I) misalnya, apakah kita cenderung berada pada sisi E atau I. Demikian juga untuk dimensi Sensing (S) atau Intuitive (N), kita berada pada sisi S atau N, demikian seterusnya. Karena terdapat empat dimensi, maka kemungkinan kombinasinya menjadi bisa beragam : bisa ENTJ, ISTP, ENFJ, dst. Masing-masing memberikan deskripsi yang unik untuk pola kepribadiannya.

4 huruf kombinasi keempat indikator, contoh ISTP, ENFP, ISTJ, dll. masing2 punya karakter 
dan nama tersendiri yang khas :

·         ISTP=craftsman INTP=engineer ISTJ= examiner INFP=dreamer
·         ESTP=persuader INTJ=strategyst ESTJ = overseer INFJ=confidant
·         ISFP=artist ENTP= originator ISFJ=defender ENFP= advocate
·         ESFP= entertainer ENTJ= chief ESFJ = supporter ENFJ= mentor



 
Kenali kepribadian melalui  MBTI

 


      Sering merasa sebal karena gak  pernah nyambung sama seseorang?
      Pernah dengar keluhan :
  1. Kok pikirannya gak pernah bisa ketebak, sih?” atau “kok dia gak malu ya pikiran/perasaannya diumbar begitu aja ke orang2?” ;
  2. Ah, jangan ngayal dan teori doang, mana buktinya?” atau “kamu bisa mengerjakan itu, tapi paham gak, konsep dasarnya? 
  3. Duh, mana mungkin teman2 setuju dengan keputusan ini?” atau “Jangan terlalu mikirin pendapat orang, yang penting ini yang paling logis!”
  4. ”Ini harus dikerjakan dengan cara ini!” atau “ribet bener, sih? fleksibel aja lah..  Merasa  familiar? 
  5. Biyar aja orang mau bilang apa yan penting ini aku ..!!

Bisa jadi keluhan-keluhan  itu terdengar dari diri kita sendiri, atau malah sering kita dengar dari omongan orang lain pada kita. Memang tidak ada manusia yang punya kepribadian sama  persis di dunia ini. Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi kepribadian itu ;  bisa secara genetik, didapat dari pengalaman, adaptasi dari kultur lingkungannya, dll. Perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan yang ada bisa bikin saling melengkapi dan menambahkan, bisa juga malah jadi bias bikin “berantem”. Nah, ternyata, ada pola sifat dasar tertentu dari kepribadian masing-masing orang yang bisa membuat beberapa orang tampak ada persamaannya atau perbedaannya dengan yang lain. Dan katanya, biasanya sifat dasar itu tidak berubah, hanya beradaptasi dengan lingkungan atau kondisi seiring kedewasaan.

Manfaat mempelajarinya, terutama bisa membantu mengenali, memahami, dan membina potensi dan karakter diri kita dan juga orang lain. Bahkan kalau dianalisis lebih dalam, bisa, loh, dipakai untuk menguraikan masalah-masalah komunikasi yang sering kita alami dengan orang lain, yg ujung-ujungnya mungkin hanya karena sebuah perbedaan sudut pandang aja (salah paham).

Dengan memahami orang lain, kita bisa belajar untuk memahami “bahasa” orang2 yang kita hadapi, ga cuma bahasa tersuratnya, tapi juga apa yang disiratkan dari perilakunya itu. Misalnya, orang yang kita bilang bertele-tele mungkin maksudnya ingin mengungkapkan hal-hal yang detail yang menurut dia penting, tapi menurut kita tidak, atau kita tidak menyadarinya.
Mau tahu lebih banyak?
Bisa buka link-link di bawah ini, semua ada kuis nya :
      dll (please search on google).




 So, which type are you?